RUANG LINGKUP BISNIS

Mengapa Bisnis Makin Penting?

Banyak kemajuan pandangan masyarakat kita terhadap bisnis dibandingkan dengan satu atau dua dekade yang lalu. Pada masa lalu, orang tua kita memandang sebelah mata terhadap pekerjaan bisnis. Bisnis tidak dianggap sebagai profesi. Orang terpandang, kaum intelektual, ahli agama menutup minatnya terhadap bisnis, ada rasa malu menerjuni bidang ini. Namun sekarang persepsi demikian telah berlalu, masyarakat tidak memandang rendah lagi, bisnis sudah terangkat menjadi profesi elit.

Bisnis sudah menjadi dambaan anak muda. Banyak juga orang yang beralih profesi ke profesi bisnis, seperti ahli hukum, teknologi, kedokteran, pendidik/guru, dosen. Ada yang pindah jalur ke profesi bisnis sebagai pekerjaan utama adapula yang sambilan.  Memang  profesi  bisnis  sangat mengasyikkan, memberikan kepuasan lahir dan batin kepada pelaksananya. Profesi ini harus kita tekuni, dirintis, dan dikembangkan. Masih terbuka luas lapangan kerja, masih banyak komoditi dan kegiatan bisnis yang menantang. Dorongan moral bagi yang beragarna Islam sudah terpatri dalam sebuah hadis yang menyatakan bahwa: “pekerjaan paling mulia dalam Islam ialah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri dan jual beli yang halal.” Jangan lupa, jual beli merupakan salah satu bagian dari bisnis.

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP BISNIS

Bisnis dan Daya Tariknya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita perhatikan jutaan orang melakukan kegiatan bisnis. Mereka ada yang berhasil mengembangkan usaha dan memperbesar   nilai bisnisnya yang makin lama Makin maju tetapi ada pula yang gagal. Bagi mereka yang berhasil, kegiatan bisnis makin menarik dalam kehidupan mereka.  Buat masa yang akan datang, lembaga pendidikan dengan buku teks yang digunakan, beserta dosen dan guru hendaknya memberikan dorongan kepada pada generasi muda, agar mulai mengarahkan pandangan ke profesi bisnis dan mengungkapkan serta menggali pengetahuan bisnis yang sangat menarik dan membantu mengatasi kesulitan lapangan kerja.

Pekerjaan di bidang bisnis pada masa lalu belum menarik bagi anak muda dibandingkan  dengan masa sekarang. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang sejarah pekerjaan bisnis di negara kita. Latar belakang filosolis profesi bisnis di Indonesia kurang begitu menguntungkan. Mengapa? Masalah ini dapat kita telusuri dengan menoleh jauh ke belakang, ke masa silam, masa terjadinya

Proses pembauran kebudayaan dengan berbagai bentuk budaya asing yang diwarisi bangsa Indonesia antara lain dengan budaya Hindu. Budaya Hindu kurang member tempat pada fungsi dan profesi pengusaha. Dalam sistem kasta Hindu, praktisi bidang  bisnis, saudagar terletak pada hirarki ke tiga setingkat di atas kasta rakyat jelata (Sudra). Ulama dan pamongpraja atau birokrat menduduki ranking lebih tinggi dari saudagar. Hal ini bukan merupakan ajaran Hindu saja, di Baratpun dalam mitologi Yunani, dewa untuk pengusaha disamakan dengan dewa pencuri (Hermes).

Kegiatan perdagangan di negara kita mulai banyak dikenal dengan masuknya para pedagang Arab yang beragama Islam sambil menyebarluaskan luaskan ajaran Islam di kalangan pcnduduk. Kemudian perdagangan berkemban g pula pada zaman penjajahan Belanda dengan VOC-nya. Banyak issu negative tampak dalam praktek dagang, baik praktek perdagangan oleh bangsa Arab. maupun perdagangan oleh pihak penjajah.

Kemudian di Eropa muncul Revolusi Industri yang dipelopori oleh Inggris. Revolusi Industri bermula dengan ditemukannya berbagai mesin yang memungkinkan orang membuat produksi secara massal.,Hasil produksi hares dijual melalui perdagangan. Dengan demikian muncul kelas-kelas masyarakat bare, yaitu kelas pengusaha industri dan pedagang yang menjeima menjadi kelompok elit barn. Dominasi mereka makin terasa dalam segala aktivitas masyarakat, mereka selalu berusaha ekspansif, bekerja dengan semangat tinggi, menggunakan berbagai cara guna mencapai apa yang mereka inginkan.

Masyarakat konsumen sebagai sasaran bisnis selalu berada di pihak lemah, seringkali dirugikan dan tidak berdaya menghadapi praktek bisnis para pengusaha dan pedagang. Masyarakat bersikap sinis, apriori negatif, kurang memberikan sikap positif terhadap kelompok baru ini.

Demikian pula halnya di negara kita masyarakat tidak memilikiinterest terhadap profesi ini. Masyarakat Indonesia lebih tertarik dengan lapangan pekerjaan pamongpraja, menjadi pegawai negeri, walaupun gaji kecil tapi lebih terhormat dibandingkan dengan para pedagang.

Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi bisnis, antara lain sifat agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumberpenghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah dan sebagainya. Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian besar penduduk, sehingga mereka tidak tertarik. Mereka tidak menginginkan anak-anaknva menerjuni bidang ini, dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri, apalagi bila anaknya sudah bertitel lulus perguruan tinggi. Mereka berucap ” untuk apa sekolah tinggi, jikahanya man menjadi pedagang”. Pandangan seperti ini sudah berkesan jauh di lubuk hati sebagian besar rakyat kita mulai sejak zaman penjajahan Belanda dulu, sampai beberapa dekade masa kemerdekaan.

Landasan filosofis inilah yang menvebabkan rakyat Indonesia tidak terlalu termotivasi terjun ke dunia bisnis. Kita tertinggal jauh dari negara tetangga, yang seakan-akan memiliki spesialisasi dalam profesi bisnis. Mereka dapat mengembangkan bisnis secara besar-besaran mulai dari industri hulu sampai ke. industri hilir, meliputi usaha jasa, perbankan, perdagangan besar (grosir) perdagangan eceran besar (department store, swalavan), eceran kecil (retail), eksportir. importir dan berbagai bentuk usaha lainnya dalam berbagai jenis komoditi.

Rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam lupa, tidak banvak mengetahui akan ajaran Islam tentang pekerjaan di bidang bisnis. Pernah        Rasulullah saw. ditanya oleh para sahabat.. “Pekerjaan apakah yang paling baik, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab. “Seseorang bekerja dengan tangannva sendiri dan setiap jual beli yang bersih ” (HR al-Bazzar). Jual beli yang bersih berarti sebagian dari kegiatan profesi bisnis. Selain itu para ulama telah sepakat mengenai kebaikan pekerjaan dagang (jual beli), sebagai perkara yang telah dipraktekkan sejak zaman Nabi hingga masa kini.

Dalam hadiss’ lain Rasulullah bersabda:”Pedagang yang jujur lagi terpercaya, adalah bersama-sama para Nabi, orang shadiqiin dan Para  syuhada’ (HR Tirmizi dan Hakim). Memang demikian berdagang atau berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran. Apabila orang berbisnis tidak jujur, maka tunggulah kehancurannya. Dan apabila ia jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya. demikian menurut ajaran agama.

Banvak sekali peluang berbuat tidak jujur dalam bisnis. Lihatlah kenyataan-kenyataan yang tampak pada zaman reformasi pernerintah kita.  Banyak terbongkar aib ketidakjujuran yang dilakukan oleh para pengusaha di zaman lalu. Ketidakjujuran ini mungkin saja terjadi dalam mencari peluang bisnis melalui perkoncoan (crony). hubungan famili, kerabat. kekeluargaan (nepotisme), kerjasama yang tidak baik (kolusi), dan modal perusahaan diperoleh dari uang korupsi. Inilah yang, populer dengan slogan KKN (Korupsi, Kolusi. Nepotisme).

Kemudian dalam melicinkan jalan usahanya, para pengusaha tidak segan
menyuap menyogok siapa saja yang mau disuap, agar memperoleh peluang
terbaikk. Bagi yang beragama Islam, ada hadis yang menyatakan bahwa “Orang yang menyuap, dan orang yang menerima suap, kedua-duanya masuk neraka “(H.R. Thabrani dari Abdiljah bin Amrin r.a.)

Semua ketidakjujuran; ini akan merupakan bibit penvakit yang akan menghancurkan kerajaan bisnis seseorang pada waktu yang akan datang. Mala petaka musibah akan datang tidak terduga. dari mana, dalam bentuk apa. Dan kapan? Jadi kita harus membangun bisnis atas dasar penuh kejujuran.

Bisnis harus berpandangan jauh ke depan. Bisnis didirikan bukan untuk sementara, tapi untuk selamanva. seumur hidup pemilik dan terus dilanjutkan oieh ahli warisnva.

Oleh sebab itu, dunia bisnis harus menjaga faktor kontinuitas usaha, yang membuat landasan usaha yang kuat memuju masa depan yang penuh tantangan.

Faktor-faktor kontinuitas bisnis antara lain:

  1. Likuiditas, yaitu kemapuan bisnis membayar utang-utang pada saat jatuh tempo. Likuiditas juga berarti mampu menjaga kelancaran proses produksi agar suplai hasil produksinya lancar.
  2. Solvabilitas, yaitu jumlah asset lebih besar dari hutang maka perusahaan dikatakan solvable, jika asset lebih kecil daripada hutang maka perusahaan dalam kondisi insolvable.
  3. Soliditas, yaitu kemampuan bisnis untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan meliputi moral pengelola bisnis, tepat dalam berjanji, dan dapat dipercaya dalam bidang keuangan.
  4. Rentabilitas, yaitu bisnis mampu memperoleh keuntungan yang layak, tidak merugi.
  5. Crediet Waardigheid, artinya bisnis dipercaya sehingga layak memperoleh kredit atau pinjaman.

PENGERTIAN BISNIS

Bisnis berasal dari kata bahasa Inggris “Business” yang berarti Perusahaan, Urusan atau Usaha. Misalnya The Grocery Business = Perusahaan Sayur Mayur; It is not my business = Ini bukan urusan ku, This store is going out of business = Toko itu tutup usahanya.

Hughes dan Kapoor menyatakan: Business is the organized effort of individuals to produce and sell for profit, the goods and services that satisfy society’s needs. The general term business refers to all such efforts within a society or within an industry.

Pandangan lain menyatakan bahwa bisnis adalah sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa, dan pemerintahan yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa ke konsumen. Istilah bisnis pada umumnya dibedakan pada 3 kategori yaitu usaha perorangan kecil-kecilan, usaha perusahaan besar seperti pabrik dan usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa. (Profit orientation Business and Non Profit Orientation Business).

Pandangan ketiga, menurut Brown and Petrello (1976) menyatakan bahwa “Business is an institution which produces goods and services demanded by people” Artinya bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

MENGAPA BISNIS PENTING

Kita sadari bersama bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan yang beraneka, dan kebutuhan ini harus dipenuhi, kebutuhan akan makanan, pakaian, perumahan (Kebutuhan Sandang, Pangan dan Papan) Kebutuhan dari berupa sangat sederhana sampai ke bentuk yang mewah , canggih dan sangat mahal. Semua kebutuhan ini harus dipenuhi melalui kegiatan bisnis. Jadi salah satu tujuan utama dari bisnis ialah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia. Tujuan lain dari bisnis adalah memperoleh keuntungan, sehingga mereka berani memikul risiko menanam modal dalam kegiatan bisnis (Entrepreneur). Dan ada pula bisnis yang tidak mengejar  keuntungan misalnya bisnis pemerintahan, LSM, Yayasan aamal dan social.

Klasifikasi Bisnis

  1. Usaha pertanian
  2. Produksi bahan mentah.
  3. Pabrik/Manufaktur
  4. Konstruksi.
  5. Usaha perdagangan besar dan kecil.
  6. Transportasi dan komunikasi
  7. Usaha financial, asuransi, dan real estate.
  8. Usaha jasa.
  9. Usaha yang dijalankan pemerintah.

Fungsi Dasar Bisnis.

Dalam menjalankan bisnis diperlukan dukungan Material, Man power, Money, Management and Methode. Dan menurut Steinhoff dalam bukunya The World of Business (1976) menyatakan bahwa fungsi bisnis adalah:

  1. Acquiring raw materials (tersedianya bahan baku).
  2. Manufacturing raw materials into produces (merubah bahan baku menjadi produk).
  3. Distributing products to consumers (menyalurkan produk ke konsumen)

(ringkasnya kegiatan bisnis ada dua kegiatan Production and Marketing).

Tantangan-tantangan yang dihadapi Bisnis.

1.      Tantangan produktifitas
2.      Tantangan kualitas.
3.      Tantangan Pasar global.

Tugas: Buat lah resume atau ringkasan tentang bisnis. Dan cari lah nama-nama perusahaan di sekitar Saudara, tulis nama perusahaan dan tentukan klasifikasi bisnisnya (sebaiknya dari 7 klasifikasi bisnis terpenuhi semua).

Referensi:

H. Buchari Alma, 2006, Pengantar Bisnis, Alfabeta, Bamdung.

16 thoughts on “RUANG LINGKUP BISNIS

  1. asallamualaikum.wr.wb…
    pak aku mau tanya tentang tugas kemarin…
    yang di rangkum itu,ruang lingkup bisnis, semuanx ta….???

    • Waalaikumsalam, yth Mas Legli Pertikal Yuono. Tugas membuat rangkuman Bisnis, sumber nya bs dari materi atau bahan yang ada di BLOG saya atau juga bisa dari sumber buku lain atau dari blog orang lain.
      Isi rangkuman : 1. Apa pengertian Bisnis?
      2. Bagaimana menjalankan nya?
      3. Untuk siapa bisnis itu?
      4. Contoh bisnis sederhana .
      Demikian semoga bermanfaat.

  2. selamat malam bapak.Zainul Muchlas,tugas sudah saya sending ke email bapak,apakah benar resume nya seperti yang saya kerjakan pak?? terimakasih

  3. Assalamualaikum pak,
    saya mau tanya, apakah contoh bisnisnya boleh di luar malang?
    karena di tugas kemarin bapak mencantumkan kalau :
    “cari lah nama-nama perusahaan di sekitar Saudara, tulis nama perusahaan dan tentukan klasifikasi bisnisnya (sebaiknya dari 7 klasifikasi bisnis terpenuhi semua).”
    itu harus daerah malang atau terserah?
    terimaksih atas balasannya pak

  4. Selamat Siang Bapak Zainul…
    Tugas resume Pengantar Bisnis sudah saya kirim lewat via e-mail. Tolong di beritahukan apabila ada kekurangan di resume saya.
    Terima kasih

  5. Pingback: SISTEM EKONOMI, BISNIS YANG TIDAK MENGEJAR KEUNTUNGAN, DAN PANDANGAN MASYARAKAT ZAMAN TERHADAP PROFESI BISNIS | firani tustita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s